Monday, December 17, 2012

angan-angan mat jenin.

Matanya terpalit rapat,
dibuai mimpi mungkinnya.
Menghilangkan lelah,
menerima dugaan kecil dariNya, 

Dia demam siang hari,
menggigil tubuh menahan resah,
menarik daya.
Tiada upaya.
Wajahnya ku tenung, 
dalam tidurnya. 
dalam sunyi malam,
sedalam - dalamnya. 
Melihatmu,
aku tenang, Puteri hatiku.

Tidurlah isteriku, 
demam ini dari Tuhan, 
baik buruk, ia tetap pemberian Tuhan. 

Tidurlah, suamimu disebelah ini.
Biar aku tidur lewat malam ini,
Menunggu kau didatangi lena. 
Semoga esok, demammu reda. 

- ZAHIRIL ADZIM

No comments:

Post a Comment